METABOLISME PROTEIN
Makanan berprotein dipakai oleh tubuh untuk
membentuk sel-sel baru dan untuk mengganti sel-sel yang rusak. hal ini mudah
dipahami apabila kita ingat bahwa sebagian besar dari makanan berprotein kita
terdiri dari daging dan sumber protein yang lain.
Metabolisme protein merupakan metabolisme dari asam
amino itu sendiri dan merupakan suatu rangkaian asam amino. Protein tersusun
dari asam amino dalam asam amino terdapat unsur N ( nitrogen). Nitrogen berada
dalam tubuh yanitu melalui protein. Protein tidak bisa disimpan sebagai protein
dalam jaringan ,oleh sebab itu harus dipecah terlebih dahulu. Karena protein
merupakan protein kompleks.sebaiknya dipecah dahulu membentuk molekul-molekul
protein. Digesti atau pencernaan protein yaitu pemecahan protein oleh enzim
hidrolease (peptidase dan protease). Peptidase terbagi atas Endopeptidase dan
Eksopeptidase,endopeptidase memecah secara internal kemudian menggabungkan
pecahan itu menjadi frakmen peptida yang besar contohnya pepsin dan tripsin.Eksopeptidase
memecah dari luar baik dari ujung N maupun dari ujung C. contohnya amino
peptidase memecah asam amino dari ujung N, Karbopeptidase memecah asam amino
dari ujung C.
Yang
paling berperan pada digesti protein adalah endopeptidase, Ia memecah protein
terlebih dahulu menjadi frakmen yang kecil-kecil, Digesti protein berdasarkan
lokasinya yaitu Gastrik Digesti,Pangkreatik digesti,dan Intestinal digesti. Gastrik
Digesti pada 15% digesti total dan diperlukan enzim pepsin dan renin.Pepsin
berfungsi memecah protein menjadi asam amino polipeptida dan oligopeptida.
Pada saat dewasa pepsin keluar sebagai pepsinogen
yang merupakan rangkai peptida spesifik yang bersifat asam secara aromatik. Renin
berfungsi untuk mendigesti protein susu atau kasein bekerja pada anak-anak. Gastrik
digesti terjadi di organ lambung. Pangkreatik digesti terjadi pada pangkreas
akhirnya asam amino bebes dan peptida-peptida kecil serta hasil digestinya 60%
bisa menghasilkan individu asam amino.Enzim yang diperlukan elaste,kemotripsin
dan tripsin.Intestinal digesti terjadi pada usus,enzim yang diperlukan yaitu
amino peptidase dan dipeptidase.Aminopeptidase memutus ikatan peptida dari
dekat ujung N (amino) hasil akhirnya berupa asam amino bebas,dipeptid dan
tripeptid.
Asam amino dibentuk sebagai hasil pemecahan protein.
Protein dicerna dan asam amino ini diserap ke dalam aliran darah, kemudian di
salurkan lewat vena porta ke hati. Hati akan menyalurkan apa yang diperlukan
oleh tubuh ke dalam darah. Bila kelebihan protein maka kelebihan asam amino
pada metabolismedalam hati untuk mengeluarkaan nitrogen,karbon,hydrogen dan
oksigen dapat digunakan untuk memproduksi panas dan energy. hati memecah asam
amino sehingga terbentuk urea bersenyawa yang dibawa ke ginjal dengan karbon
dibebaskan untuk oksidasi. Produksi buangan hasil metabolisme protein di dalam
jaringan adalah urea, asam urat dan kreatinin, bahan ini diekskresikan di dalam
urin. Protein tidak di timbun di dalam tubuh tetapi kelebihannya disekresi
terutama dalam urin.
Proses Pencernaan
Metabolisme Protein
Dalam
lambung: Pepsin dan asam lambung (HCl) mengubah protein menjadi pepton, renin
menghasilkan kasein dari kasinogen dan pepsin dengan HCl (asam lambung)
mengubah kasein menjadi pepton.
Dalam
usus: Tripsin memecah protein dan pepton menjadi polipeptida. Erepsin kemudian
memecah polipeptida menjadi asam amino.
Dalam
darah: Asam amino membawa nitrogen dan zat belerang ke setiap sel dalam tubuh.
Sel tubuh memisahkan asam amino yang khusus setiap sel untuk perbaikan dan
pertumbuhan.
Pada penyakit yang bersifat destruktif (merusak
jaringan) seperti tuberculosis, pemberian protein dalam jumlah besar
dimaksudkan agar kecepatan penyembuhan seimbang dengan kecepatan kerusakan
jaringan.
Dipeptid dan tripeptid ditransport secara aktif dan
lebih cepat dari asam amino individual karena sudah tidak butuh karier
lagi,bisa berupa intact protein dan imunoglobulin.Imunoglobulin yaitu alat
pertahanan tubuh dan keluar jika ada benda asing.Macam-macam Imunoglobulin
yaitu Imunoglobulin G,M,A,E dan I.Imunoglobulin pada asi diabsorbsi oleh usus
melalui endositosin.Vaksin polipeptida yang tidak didigesti akan diserap tubuh
melalui mekanisme antigenik dan immunologi.






0 komentar:
Posting Komentar